Jumat, 03 September 2010

Gayang Ambisi Bebal DPR


GANYANG AMBISI DPR



Tuan DPR, kalau sudah bangun tidur, cobalah buka internet. Cari berita tentang rencana pembangunan gedung baru DPR senilai Rp. 1,6 triliun itu di berbagai website, blog, maupun jejaring sosial. Saya pastikan, hampir semua komentar masyarakat menolak ambisi bebal tuan-tuan. Ingatlah, komentar-komentar itu adalah suara rakyat!



Tuan DPR, jika sudah dibaca, coba resapi semua keluhan, makian, dan hujatan itu. Kenapa masyarakat sedemikian emosional, dan bahkan murka dengan perilaku tamak tuan-tuan? Karena usia tuan-tuan yang sudah tua, 65 tahun ini, tapi masih konsisten dengan perilaku tidak disiplin, korup, boros dan tak memiliki empati. Padahal, tuan-tuan hanyalah pembantu, dan kami-lah majikan! Tuan-tuan sungguh terlalu!



Tuan DPR, setiap kali dianggap pemalas dan tidak kreatif, tuan-tuan selalu berargumen bahwa ini semua karena minimnya fasilitas. Tuan-tuan selalu merengek ini dan itu bagai anak ingusan yang tak pernah mengerti orangtuanya yang sedang susah. Andai duit Rp. 1,6 T itu digunakan untuk kepentingan masyarakat (benahi fasilitas publik, sekolah, pengangguran, kemiskinan, dll), saya yakin, tuan-tuan akan digendong ke mana-mana oleh rakyat! Tak perlu minta, kami yang akan usulkan untuk bangun gedung DPR yang lebih mewah dari yang direncanakan sekarang (tapi nggak pake panti pijat lho ya?).



Tuan DPR, saat ini kami sedang marah dengan Malaysia karena mereka menginjak-injak harga diri bangsa ini. Tapi kami sadar ternyata bangsa kami sendiri bernama Tuan DPR justru menginjak-injak perasaan kami. Tuan-tuan tentu tahu, bangsa ini diremehkan karena miskin. Saking miskinnya kita, negara lain yang bersalah pun, kita malah berinisiatif minta maaf. Ajaib memang. Maka saya tegaskan, batalkan ambisi tuan-tuan. Rakyat akan terus bersuara lantang mengganyang ambisi tamak tuan-tuan!



Tuan DPR, jika tuan-tuan bersikeras sampai titik darah penghabisan dan akhirnya gedung mewah itu dibangun, gedung kura-kura itu mau diapakan? Mau dijadikan kebun binatang atau apa? Lalu, jika ibukota negara ini jadi dipindahkan, mau diapakan gedung mewah itu? Jadi kebun binatang juga? Oya, kebetulan di Surabaya sedang ada masalah dengan kebun binatang jadi klop lah!



Tuan DPR, kalau tidak mampu bekerja, berhenti saja jadi wakil kami. Ada kabar, tuan-tuan berencana menambah 5 staf ahli. Sebaiknya para ahli itu aja yang menjadi wakil kami. Tuan-tuan sungguh tak berguna. Hanya duit, perut dan kursi saja yang ada dalam benak tuan-tuan. Mau jadi apa bangsa ini? Yang perlu direformasi mendesak saat ini adalah mental dan empati tuan-tuan, bukan gedung! Tuan Ketua DPR, tolong pahami itu.



Tuan DPR, dalam kesempatan ini, kami meminta ketua umum partai tuan-tuan untuk menekan ambisi tuan-tuan. Jangan cuma bermulut manis saja saat kampanye. Itu sungguh membosankan dan menjijikan. Hentikan omong kosong itu dan buktikan kalau ketua umum partai tuan-tuan peduli pada rakyat miskin. Seluruh ormas dan mahasiswa. Jangan cuma protes hal-hal berbau mesum. Mari bersama-sama tolak pembangunan gedung mewah DPR.



Tuan DPR, hidup ini bukan cuma numpang makan, minum dan tidur. Sekali-sekali bikin rakyatmu ini senang dan bangga padamu. Cuma itu. Salam hangat dari saya. Ayo bangun, lupakan mimpi indah gedung mewah 33 lantai itu. Tapi masih pengen tidur juga, ya sudah lah (Jangan sampai nggak bangun-bangun lho ya?).



Oleh: Ansis Uba Ama

GANYANG AMBISI BEBAL DPR

Jumat, 02 Juli 2010

Buku Republik Facebook.Com


Buku Republik Facebook.Com merupakan kumpulan tulisan Ansis yang terinspirasi dari statusnya sendiri yang pernah ia tuangkan di dinding facebook. Statusnya yang lucu menggelitik penuh kritik sosial disambut ribuan komentar yang lucu dan kritis pula. Cerita-cerita singkat yang diangkat Ansis merupakan kisah nyata yang seringkali kita rasakan sehari-hari.

Ada banyak pesan, inspirasi, dan kegilaan dalam buku yang dikemas dalam bentuk humor ini. Tak cuma berita politik, gosip hangat selebriti dan bencana alam. Namun, cerita tentang aksi pamer paha dan dada dalam iklan produk, perselingkuhan, trik makhluk-makhluk matre, juga dituangkan dalam buku setebal 126 halaman ini. Kisah-kisah singkat yang diangkat telah menembus status sosial: pejabat hingga rakyat jelata, dan remaja hingga usia lanjut.

Buku berukuran 11,5 x 19 cm ini makin keren karena diselingi kartun Cak Ripin, kartunis asal Surabaya. Buku yang baru terbit pertengahan Juni 2010 ini telah menyita perhatian berbagai kalangan, termasuk publik figur. Sebut saja Shahnaz Haque (Selebriti, Bintang Iklan), Rieke “Oneng” Diah Pitaloka (Artis, Politisi), Saleh Mukadar (Manager Persebaya) dan juga beberapa tokoh agama serta aktivis. Simak komentar mereka:

*Hebat! Senang sekali membaca tulisan Ansis. Ini dia : Hanya orang jenaka yang mampu menghadapi ujian hidup. Tersenyumlah untuk menghilangkan kesakitan dan kemarahan. Dan tertawalah untuk bisa melukis kekuatan dalam proses kehidupan. Ambil energinya dari buku ini. Bersinarlah untuk perubahan bagi bangsa ini.

-Ir. Shahnaz Haque-Ramadhan.- Selebritis, Bintang Iklan

*Kumpulan kata-kata yang sederhana, namun "membangunkan” siapa saja yang membacanya. Kisah-kisah yang jujur dan mampu menuntun keberpihakan kepada yang papa, tersingkir. Cara bertutur Ansis membuat 'korban' bisa bersuara: di negeri ini jalan keadilan terlalu lama dilukai
-Rieke Diah Pitaloka- Politisi, Artis


*Meski terkesan ringan dan jenaka, beragam tulisan ini menjadi kritik yang teramat pedas bagi siapa pun yang terlibat. Dalam skala luas, ini menjadi kritik sosial yang mencerahkan bagi negeri yang masih jauh dari kesempurnaan ini.
-Restu Hapsari- Aktivis, Mantan Ketua PP PMKRI

*Tulisan yang cerdas dari tangan penulis yang peka. Humor yang valuable tetapi menohok. Layak dibaca dan inspiratif.
-Dewa Gde Satrya – Kolumnis, Dosen

*Cerita Ansis konyol tapi kenyal-berkualitas. Cerita tentang ciuman di toilet demi pulsa pernah saya jadikan intermeso saat pimpin misa mahasiswa, dan semua pada ngakak!
-Romo Lorenz Dihe Makin- M. Hum- Rohaniawan

*Rugi kalau nggak baca buku ini. Keren dan bikin ngakak.. hehehe!
-Gervas Rado- Guru, Pekerja Seni

Berikut cuplikan beberapa cerita yang diangkat Ansis:

### Ketika banyak pejabat yang melanggar sumpah jabatannya, Ansis menulis:
“Kenapa pejabat suka melanggar sumpah jabatannya, meski sudah disumpah atas nama Tuhan? Ini dia rahasianya! Coba perhatikan Kitab Suci yang digunakan untuk sumpah jabatan. Rupanya, sebelum digunakan, diam-diam dia sudah menggantikan kitab suci tersebut dengan buku daftar rencana belanja. Jadi, saat dia disumpah, dalam hati kecilnya berbisik lirih: ”Saya BERSUMPAH, demi napsuku, keluarga dan partaiku, aku akan korupsi sebanyak-banyaknya, untuk beli rumah, villa, mobil, biayai selingkuhanku, shopping dan bersenang - senang. Rakyat yang bodoh, emank gue pikirin?”. Sekian sumpahku! (lanjutan Cerita ada di buku... )


### Ketika Ketidakadilan Pengadilan atas kasus wong Cilik spt Nenek Minah, Ansis menulis:
Masih ingat Minah (55thn), nenek buta huruf yang diadili karena memetik 3 buah kakao pada Agustus 2009 lalu? Saya cukup kesal dengan nenek ini karena tak ikuti prosedur saat mencuri. Saya bilang, ”Nek, kalau mau mencuri, harus pake Jas, Dasi, Sepatu dan perhiasan mahal biar nggak ada yang curiga. Orang-orang akan mengira, kalau nenek adalah teman dekatnya pejabat? Atau bila perlu, nenek pake rok mini. Ini rahasia korupsi dan suap yang baik dan benar lho, Nek?”. Nenek Minah menjawab: ”Nggak mau ah, mereka-mereka itu kan binatang yang lagi pakai jas dan dasi? Lha, saya ini kan manusia? Males ah. Haram! Bilangin, kalau aku lebih tertarik masuk surga!”.... (lanjutan Cerita ada di buku... )

### Ketika Iklan di media yang menonjolkan tubuh wanita, Ansis menulis:
Saat saya ngotot bela wanita, disisi lain saya sedih karena berbagai iklan produk selalu saja menonjolkan paha dan dada wanita. Misal: Iklan otomotif harusnya menonjolkan mesin/performa mobil/motor, tapi malah paha dan dada wanita yang ditonjolin. Yang kita naikin kan mobil/motor, bukan wanitanya kan? Harusnya wanita menolak iklanin yang begituan? Emang mau jualan paha & dada juga? Maaf pemirsa, saya tak bermaksud mengajak Anda membayangkan paha dan dada pagi ini! Hehehe.. (lanjutan Cerita ada di buku... )

### Ketika seseorang menikmati jabatan karena sogok sana-sini,Ansis menulis:
Putriku Felicia tanya: ”Pa, warna bendera kita; Merah artinya Berani dan Putih artinya Suci ya, Pa?. “Betul. Kenapa sayang?” jawabku. ”Tapi kenapa di koran, TV dan internet, beritanya hanya tentang kejahatan pejabat-pejabat kita ya? Apakah itu yang namanya “berani dan suci”? Apa nggak malu ya kibarin bendera di depan kantornya ya, pa?”, tanya Fel. ”Kamu pinter banget sayang? Nanti Felicia jadi Presiden aja ya?”, jawabku. “Lho, emang papa punya duit buat beli suara? Beli jajan buat Fel aja susah?”. Jawaban Fel ini seolah menyumbat mulut saya... (lanjutan Cerita ada di buku... )

### Ketika menyikapi gaya berpacaran jaman sekarang, Ansis menulis:

Mari PERMALUKAN SETAN! Anda boleh coba dari hal kecil. Misal: saat sedang berduaan dengan pacar, biasanya tangan cowok pura-pura pegang tangan, terus belai rambutmu, cium kening,…. dan jika kau diam saja akan berlanjut ke hidung, bibir dan sekitar leher. Lalu tangannya mulai merayap kemana-mana. Kalau masih diam saja, kancing bajumu bisa dilepas semua! Jika kamu mau PERMALUKAN cowok SETAN ini, Anda harusnya bentak: “JANGAN, ini HARAM! STOP, ini DOSA!” Tapi menurut saya, ini agak susah, karena kalau sudah terlanjur enak gini, si cewek justru ngancam: “AWAS YA KALAU BERHENTI??” (simak lanjutan kisahnya dalam buku)

Dan masih ada 100 cerita lainnya yang bisa Anda simak dalam buku yang didesain ala facebook ini. Anda nggak punya hoby membaca? Ah, Anda akan suka jika membaca buku ini!

Berikut detail buku ini:
Judul:
Republik Facebook.com

Penulis:
Ansis Uba Ama

Penerbit:
GEMMAMEDIA


Email:

gemma.media@yahoo.com


Tebal:

126 halaman


ISBN:

978-602-96286-0-9

Cetakan pertama:

Medio Juni 2010


Pesan sekarang di

081216129942

031. 711oo422


sementara ini hanya bisa didapatkan di toko buku URANUS dan MANYAR JAYA Surabaya. Untuk wilayah Surabaya, kami bisa antarkan langsung ke tempat Anda!

Untuk luar Surabaya, dapat kami kirimkan via pos – kilat khusus.


Harga cuma Rp. 22.500,- belum termasuk ongkos kirim

(P. Jawa Rp. 9000, luar P. Jawa Rp. 12.000)

Rekening: BNI Cabang Unair: 0046041433 atau
BCA-Tunjungan Plaza: 3631465879 (a/n. Fransiskus Uba Ama)